Komputasi Tepi dalam Arsitektur Jaringan 5G
Bermula dari era 4G, edge computing menunjukkan kekuatannya secara maksimal di era 5G. Bahkan, teknologi ini telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam arsitektur jaringan 5G.
Mengapa Edge Computing (MEC) Diperlukan?
Mengapa kita membutuhkan edge computing?
Sebenarnya, dalam jaringan informasi, hubungan antara "pusat" dan "tepi" berlawanan dengan pemahaman umum kita.
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa node pusat jaringan terdiri dari berbagai macam peralatan dan arsitektur kompleks untuk mengakses, bertukar, dan mengirimkan data guna memenuhi berbagai kebutuhan dari berbagai terminal di tepi jaringan: komunikasi pribadi, hiburan, rumah pintar, operasi industri, dan sebagainya.
Perkembangan teknologi didorong oleh meningkatnya kebutuhan dalam kehidupan kita. Untuk mencapai standar tinggi yang dibutuhkan oleh meningkatnya permintaan aplikasi, salah satu metode yang paling efektif adalah memperpendek jarak transmisi data, dengan menempatkan node jaringan layanan di tepi jaringan, bukan di pusatnya. Dengan cara ini, jarak yang lebih pendek antara node jaringan dan pengguna memungkinkan latensi rendah, bandwidth lebar, dan koneksi massal menjadi mungkin.
Solusi ini dikenal sebagai MEC (Komputasi Tepi Multi-akses).
MEC dapat dibandingkan dengan sistem saraf gurita. Hanya memproses 40% informasi, otak gurita bertanggung jawab atas koordinasi keseluruhan, dan mendistribusikan 60% informasi sisanya ke tentakel lain (simpul tepi) untuk ditangani.
Inilah alasan mengapa edge computing sangat penting untuk menghubungkan segala sesuatu di era 5G.
Definisi dan Evolusi MEC
Apa itu MEC (Multi-access Edge computing)?
Konsep MEC berasal dari platform komputasi bernama Cloudlet di Universitas Carnegie Mellon pada tahun 2009. Untuk menurunkan latensi, fungsi-fungsi pada server cloud diimplementasikan ke server edge dari platform komputasi ini.
Pada tahun 2013, ETSI (European Telecommunications Standards Institute) secara resmi mendefinisikan konsep MEC dan membentuk panel untuk memulai pekerjaan terkait standardisasi.
Pada tahun 2016, ETSI memperbarui konsep MEC sebagai Multi-access Edge Computing.
Dengan dukungan ETSI, 3GPP dan Organisasi Standardisasi lainnya juga turut serta dalam pekerjaan standardisasi. Saat ini, MEC telah berkembang menjadi salah satu teknologi paling signifikan dalam sistem komunikasi seluler 5G.
Konsep Inti MEC
Untuk memahami esensi MEC, Anda perlu mengetahui empat konsep dasar yang terkait dengan MEC: platform cloud, node komputasi edge, jaringan, dan peralatan pengguna. Keempatnya menjadi satu kesatuan organik yang terkoordinasi.
· Platform awan, yaitu infrastruktur dan sumber daya untuk mendukung komputasi awan, merupakan simpul pusat yang menyediakan layanan.
· Node komputasi tepi adalah node layanan terdekat untuk peralatan pengguna.
· jaringan memainkan peran penting antara node tepi dan pelanggan.
· Peralatan pengguna adalah perangkat terminal termasuk telepon seluler, tablet, televisi, dan peralatan lain yang terhubung ke Internet.
Pada artikel selanjutnya kita akan membahas cara menerapkan MEC, pantau terus!
