
Seiring dengan semakin meluasnya penerapan edge computing, para pengembang menghadapi tantangan signifikan dalam mengintegrasikan API dari berbagai badan standar dan kerangka kerja open-source—seperti ETSI MEC, CAMARA, dan TM Forum—yang masing-masing memiliki fokus berbeda namun memainkan peran komplementer dalam membangun ekosistem edge cloud telekomunikasi yang lengkap. Untuk mengatasi hal ini, European Telecommunications Standards Institute (ETSI) baru-baru ini menerbitkan white paper “MEC Application Developer Guidelines for Universal Access to Service APIs Across the Industry”, yang bertujuan untuk mengklarifikasi hubungan antar inisiatif ini dan memberikan panduan integrasi yang jelas dan praktis.
Latar Belakang dan Motivasi
Meskipun edge computing bukanlah konsep baru, standarisasi dan penerapannya dalam skala besar telah dipercepat oleh promosi Multi-access Edge Computing (MEC) oleh ETSI sejak tahun 2014. Dengan evolusi jaringan 5G dan transformasi digital yang cepat di berbagai industri, nilai edge computing menjadi semakin jelas—tidak hanya mengurangi latensi dan meningkatkan kinerja dengan menempatkan komputasi lebih dekat ke pengguna dan sumber data, tetapi juga mengekspos kemampuan jaringan melalui API, memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi inovatif yang peka konteks dan real-time.
Namun, ekosistem edge memiliki beragam sumber API: antarmuka standar yang didefinisikan oleh badan-badan seperti ETSI MEC; API yang ramah pengembang dari komunitas open-source seperti CAMARA, yang menyederhanakan pemanggilan kemampuan telekomunikasi; dan “Operate API” dari TM Forum, yang berfokus pada operasi, komersialisasi, dan manajemen siklus hidup. Selain itu, inisiatif industri seperti GSMA Open Gateway mendorong operator untuk mengekspos kemampuan jaringan secara terpadu dan aman. Pengembang sering kali perlu menggunakan API dari berbagai sumber tetapi kurang memiliki panduan yang jelas tentang cara menggabungkannya secara efektif.
Tiga Perspektif Pengembang
Dokumen resmi tersebut dengan jelas membedakan tiga jenis pengembang yang memainkan peran berbeda dalam ekosistem API edge:
Perancang API: Berpartisipasi dalam pengembangan standar atau desain API sumber terbuka, memastikan interoperabilitas antarmuka dan konsistensi global.
Pengembang API: Biasanya bekerja untuk operator atau perusahaan pihak ketiga, bertanggung jawab untuk mengimplementasikan API sesuai standar dan menerapkannya ke lingkungan produksi.
Konsumen API: Pengembang dari industri vertikal, perusahaan perangkat lunak, atau penyedia layanan TI yang secara langsung memanggil API yang diekspos untuk membangun aplikasi edge.
Komplementaritas Organisasi dan Kerangka Kerja Inti
ETSI MEC: Menyediakan API layanan edge terstandarisasi dan berlatensi rendah, yang membentuk fondasi teknis untuk kemampuan edge.
CAMARA: Menyederhanakan kompleksitas jaringan telekomunikasi untuk menghadirkan API pengembang berbasis tujuan lintas operator, memungkinkan pengembang untuk menggunakan kemampuan jaringan tanpa keahlian telekomunikasi yang mendalam.
TM Forum Open APIs: Fokus pada Sistem Pendukung Operasional (OSS) dan Sistem Pendukung Bisnis (BSS), menyediakan produk API, penagihan, manajemen pelanggan, dan kemampuan komersialisasi dan operasional lainnya yang penting untuk memonetisasi layanan edge.
Makalah putih tersebut menekankan bahwa ketiganya tidak saling bersaing, tetapi bersama-sama membentuk rantai nilai yang lengkap mulai dari paparan kemampuan teknis hingga operasional bisnis. Misalnya, API CAMARA dapat dibangun di atas kemampuan edge yang disediakan oleh ETSI MEC, sementara manajemen produk dan penagihannya dapat diaktifkan melalui API Operate milik TM Forum.
Sumber Daya dan Pedoman Praktis untuk Pengembang
Selain mengklarifikasi ekosistem, dokumen ini menyoroti alat pendukung utama yang disediakan oleh ETSI untuk para pengembang:
MEC Sandbox: Lingkungan eksperimen daring tempat para pengembang dapat mendaftarkan aplikasi, menjelajahi API MEC, mensimulasikan berbagai kondisi jaringan, dan mengalami skenario federasi lintas platform MEC.
Deskripsi dan Rangkaian Uji OpenAPI: Semua API layanan ETSI MEC dilengkapi dengan deskripsi terperinci yang sesuai dengan OpenAPI, disertai dengan rangkaian uji dalam TTCN-3 dan Robot Framework untuk memfasilitasi integrasi dan validasi.
Integrasi CAPIF (Common API Framework): Makalah ini menjelaskan bagaimana CAPIF memungkinkan penerbitan, penemuan, otentikasi, dan akses aman API yang terpadu dalam lingkungan MEC—sebuah fondasi penting untuk pemanggilan layanan lintas domain.
Prospek Masa Depan dan Seruan untuk Kolaborasi
Ekosistem komputasi edge yang berkembang bergantung pada komunitas pengembang yang sehat. Makalah putih ini menyimpulkan dengan menyerukan kolaborasi yang lebih kuat antara badan standar, komunitas sumber terbuka, dan aliansi industri untuk mengurangi duplikasi upaya dan fokus pada penyatuan dan peningkatan pengalaman pengembang. ETSI MEC akan terus memperdalam kerja sama dengan mitra seperti CAMARA, GSMA, dan TM Forum untuk bersama-sama memajukan realisasi konsep Telco Edge Cloud dan Network-as-a-Service (NaaS), meletakkan fondasi API yang terbuka dan interoperabel untuk sistem komunikasi dan komputasi generasi berikutnya.
Kesimpulan
Makalah putih ETSI ini berfungsi sebagai "peta navigasi" yang berharga bagi para pengembang yang beroperasi di ekosistem edge yang kompleks. Ini bukan sekadar dokumen teknis, tetapi juga inisiatif penting untuk mempromosikan sinergi industri dan mempercepat pengembangan aplikasi edge yang inovatif. Seiring dengan meledaknya permintaan akan 5G privat, IoT industri, inferensi AI edge, dan banyak lagi, para pengembang yang dapat mengintegrasikan API multi-sumber secara efisien akan memiliki keunggulan yang menentukan dalam membentuk masyarakat digital masa depan.
Sumber: ETSI